Panen Demplot PM-AAS Bolmut Capai 10,03 Ton/Ha
Bolaang Mongondow Utara, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan panen perdana demplot padi penerapan teknologi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Kegiatan berlangsung di Desa Jambu Sarang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), pada Jumat (28/8).
Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan, lahan demplot seluas 1 hektare tersebut mencatat produktivitas mencapai 10,03 ton gabah per hektare. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan rata-rata hasil panen konvensional di wilayah tersebut.
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut Steivie Karouw, Dirwil didampingi Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Lydia A.E. Tulung, Kapoksi Program dan Evaluasi Faisal, serta tim teknis dan penyuluh CWS.
Panen perdana ini turut dihadiri oleh Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, Kapolres Bolmong Utara AKBP Andhika Fitransyah, S.I.K., M.Han., serta Kepala Desa Bolang Itang. Kehadiran pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan penuh terhadap percepatan penerapan teknologi pertanian modern.
Hasil panen tersebut menjadi capaian positif sekaligus bukti nyata efektivitas penerapan sistem PM-AAS. Angka 10,03 ton per hektare membuktikan bahwa teknologi budidaya modern mampu mendongkrak produktivitas padi secara signifikan di wilayah Sulut.
Demplot ini merupakan demplot PM-AAS pertama yang dipanen di Provinsi Sulut. Keberhasilan tahap awal ini menjadi landasan penting sebelum teknologi ini direplikasi ke kabupaten dan kota lainnya di wilayah Sulut.
BRMP Sulut menargetkan agar demplot ini tidak sekadar menjadi capaian di satu lokasi saja. Pengalaman dan data yang diperoleh diharapkan dapat didokumentasikan dengan baik sebagai bahan pembelajaran bagi petani luas.
Penerapan sistem ini diharapkan menjadi percontohan bagi petani di berbagai daerah. Dengan melihat hasil nyata di lapangan, petani diharapkan semakin percaya dan tertarik untuk menerapkan teknologi budidaya yang lebih efisien dan produktif.
Kedepannya, BRMP Sulut akan terus mendorong replikasi sistem PM-AAS ke berbagai wilayah. Capaian 10,03 ton per hektar ini menjadi awal yang baik menuju peningkatan produksi pangan daerah dan mendukung swasembada pangan nasional.